Bahlil Pastikan Harga BBM Bersubsidi Tidak Naik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sempat menembus USD 117 per barel.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (19/5). Ia menegaskan pemerintah tetap berkomitmen menjaga harga BBM subsidi demi melindungi daya beli masyarakat.
“Tidak akan naik insyaallah, ya doain ya. Tidak akan kita naikkan subsidi BBM. Tidak akan naik, insyaallah sampai akhir tahun,” kata Bahlil.
Menurut Bahlil, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadapi kenaikan harga minyak dunia. Meski harga ICP global sejak Januari 2026 bergerak fluktuatif di kisaran USD 80 hingga USD 117 per barel, rata-rata ICP Indonesia hingga saat ini masih berada di level sekitar USD 80 sampai USD 81 per barel.
Ia menjelaskan kondisi tersebut masih dianggap aman terhadap postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga belum ada kebutuhan untuk menaikkan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar.
“Jadi belum sampai 100 dolar lah, dan belum ada kenaikan harga BBM bersubsidi,” ujarnya.
Selain memastikan harga BBM subsidi tetap stabil, Bahlil juga mengatakan stok energi nasional dalam kondisi aman dan berada di atas standar minimum. Menurutnya, pemerintah terus memantau ketersediaan pasokan solar, bensin, hingga LPG agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah gejolak global.
Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex, harga tetap mengikuti mekanisme pasar. Penyesuaian harga dilakukan berdasarkan fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah sesuai ketentuan Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2022.
Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS juga menjadi perhatian pemerintah. Pada perdagangan Selasa (19/5/2026), rupiah tercatat melemah hingga menyentuh Rp 17.716 per dolar AS. Bersamaan dengan itu, harga minyak mentah dunia jenis Brent berada di level USD 109,15 per barel dan West Texas Intermediate (WTI) mencapai USD 107,28 per barel.
Meski tekanan global meningkat, pemerintah menegaskan belum ada rencana menaikkan harga BBM subsidi dan akan terus menjaga stabilitas energi nasional.
Sumber: kumparan.com, suara.com