PT PRIMA ACEH PRESS
Story Detail · May 31, 2026
All News Nasional 2 min read
12 Views
Home / Nasional / Profil dan Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu
Nasional
May 31, 2026

Profil dan Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia
Profil dan Rekam Jejak Ryamizard Ryacudu

Ryamizard Ryacudu dikenal luas sebagai salah satu perwira tinggi TNI Angkatan Darat terbaik yang memiliki karier cemerlang, baik di medan pertempuran maupun di pemerintahan. Lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 21 April 1950, ia merupakan putra dari tokoh militer legendaris Mayjen TNI Musannif Ryacudu.

Ia lulus dari Akademi Militer (Akmil) pada tahun 1974 dari kecabangan Infanteri. Karier militernya diwarnai dengan berbagai penugasan di daerah konflik dan operasi tempur.

Berikut adalah ringkasan perjalanan karier dan pengabdian Jenderal Ryamizard Ryacudu bagi bangsa:

1. Pengalaman Operasi Militer dan Misi Perdamaian

Operasi Penumpasan PGRS/Paraku (1978): Dikirim ke pedalaman Kalimantan untuk menumpas sisa-sisa gerombolan komunis Pasukan Rakyat Kalimantan Utara.

Operasi Seroja di Timor Timur (1983–1984): Terjun langsung dalam operasi militer menghadapi gerakan separatis.

Misi Perdamaian PBB (1992): Dipercaya menjadi Komandan Kontingen Garuda XII-B untuk membantu meredakan konflik berdarah di Kamboja.

Operasi Militer di Aceh: Memimpin penanganan keamanan di Aceh dan turun langsung membantu evakuasi warga saat bencana tsunami melanda pada akhir 2004.

2. Jabatan Strategis di TNI

Kemampuan kepemimpinannya membawa Ryamizard menduduki sejumlah posisi strategis di TNI Angkatan Darat, di antaranya:

Panglima Divisi II Kostrad (1998)

Panglima Kodam V/Brawijaya (1999)

Panglima Kodam Jaya (1999–2000)

Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) (2000–2002)

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) (2002–2005) di bawah kepemimpinan Presiden Megawati Soekarnoputri.

3. Kiprah di Pemerintahan sebagai Menteri Pertahanan

Setelah hampir sepuluh tahun pensiun dari dunia militer, Ryamizard dipanggil kembali oleh negara. Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menunjuknya sebagai Menteri Pertahanan dalam Kabinet Kerja periode 2014–2019. Selama menjabat, ia sangat vokal mengampanyekan program "Bela Negara" guna memperkuat rasa nasionalisme dan ketahanan ideologi masyarakat Indonesia di tengah tantangan global.

Kepergian veteran perang ini menyisakan duka mendalam bagi keluarga besar TNI AD dan seluruh rakyat Indonesia. Pihak Kementerian Pertahanan mengonfirmasi sedang menyiapkan penghormatan terakhir secara militer untuk mengenang seluruh warisan pengabdian dan jasa besar sang jenderal bagi kedaulatan NKRI.

Sumber: detik.com

Chat with us on WhatsApp